Kehamilan

Pengalaman Vaksin COVID 19 saat Hamil Trimester 1 dan 3

Akhirnya ! Setelah menunggu 7 bulanan, aku bisa melanjutkan vaksin covid saat hamil yang pertama di awal hamil trimester 1 dan yang kedua di usia trimester 3 masuk 30 minggu. Lah kok bisa ?

Pengalaman Vaksin COVID 19 saat Hamil Trimester 1

vaksin covid saat hamil
Vaksin Covid pertama, BB masih 55kg 😀

Jadi ceritanya, aku sudah melakukan vaksin covid pertama tanggal 26 Januari 2021 gelombang pertama untuk nakes. Saat itu aku memang dalam program hamil, namun tidak menggunakan obat obatan tertentu dan planning mandiri. Awalnya sih ragu ya mau ikut vaksin saat melakukan program hamil, secara saat itu di sarankan jika ingin melakukan vaksin agar menunda tidak hamil dulu selama 3 bulan kedepan. Namun, karena sudah mendapatkan jadwal vaksin untuk nakes dan aku merasa belum tentu bulan ini positif hamil, jadi aku memilih untuk mengikuti vaksin demi melindungi diri ku sendiri. Untuk vaksin kedua di jadwalkan tanggal 9 Februari 2021.

Nah ternyata pada tanggal 7 Februari aku tak kunjung haid, padahal jadwal menstruasiku adalah tanggal 5 Februari. Akhirnya aku melakukan test pack kehamilan dengan hasil positif. Masih ragu, ku coba untuk konfirmasi melakukan USG ke dokter kandungan dan ternyata sudah ada kantung janin dalam rahimku. Yap, aku positif hamil.

Saat itu aku bertanya pada dokter spesialis kandunganku, bahwa aku punya jadwal vaksin covid kedua tanggal 9 Februari,

Apakah jika sudah vaksin pertama lalu positif hamil, vaksin kedua bisa di lanjutkan?

Beliau menjawab bahwa vaksin Sinovac yang saat itu digunakan untuk nakes adalah inactivated virus. Beberapa jenis vaksin lain seperti tetanus, hepatitis, rabies tidak berbahaya bagi ibu hamil maupun janin. Jadi seharusnya untuk vaksin covid pun tidak masalah. Kalaupun berbahaya, pasti saat ini janinku tidak kuat dan mengalami keguguran. Jadi kalau mau lanjut vaksin kedua di perbolehkan.

Sayangnya saat itu dalam aplikasi PCare Vaksinasi Covid, jika sedang hamil maka otomatis langsung di tolak oleh aplikasi dan tidak di ijinkan untuk mengikuti vaksin. Oleh karena itu, daripada terjadi apa apa terhadap aku dan janin ku akhirnya kuputuskan untuk jujur pada vaksinator dan menunda vaksin covid saat hamil.

Baca juga : Pengalaman Program Hamil Anak Laki-Laki Part 1  

Selama menunda vaksin tersebut, banyak ketakutan dalam pikiran karena belum ada penelitian yang pasti tentang bahaya vaksin pada ibu hamil dan janin. Jadilah tiap bulan aku rajin kontrol ke dokter spesialis kandungan untuk melakukan USG dan memantau perkembangan janin. Syukurnya , melalui USG 2D maupun 4D tidak di temukan satu kekurangan apapun pada perkembangan janinku pasca vaksin covid saat hamil dengan sinovac.

Seiring berjalannya waktu, Covid 19 ini semakin banyak jenis mutasinya. Tidak hanya menyerang orang dengan penyakit penyerta saja, namun juga menyerang ibu hamil, orang sehat, dan anak anak..

Setiap hari, aku mendapati informasi dari teman teman sejawat, tetangga, saudara dekat, bahkan media sosial tentang ibu hamil yang positif covid dan mengalami perburukan. Ada yang meninggal ibu dan janinnya, ada yang ibunya meninggal setelah janin di selamatkan dengan SC, ada juga yang janinnya meninggal dalam kandungan sementara si Ibu berjuang untuk melawan covid 19..

Vaksin Covid saat Hamil
Ibu hamil dan Janin nya Trimester ke 3

Ibu hamil termasuk yang paling rentan terkena covid 19. Karena terdapat 2 nyawa di dalamnya. Sederhananya saja, saat covid memberat biasanya saturasi oksigen akan menurun drastis. Untuk menampung 1 nyawa saja sudah megap megap dan memerlukan bantuan oksigen. Apalagi mensupport 2 nyawa ? Nah makanya jika ada ibu hamil terkena covid, seringnya memerlukan penanganan di rumah sakit.

Banyak sekali komplikasi yang bisa terjadi pada Ibu Hamil dengan Covid. Dari gangguan paru paru si Ibu maupun janin, gangguan perkembangan janin, kelahiran prematur, bahkan sampai kematian. Apalagi saat ini yang paling sering terkena perburukan dari covid adalah ibu hamil trimester 3.

Ada pula yang sudah melahirkan, eh bayi nya terkena covid juga dan akhirnya meninggal…

vaksin covid saat hamil
Resiko yang terjadi ketika Ibu hamil terkena covid 19

Karena itu, saat hamil ini aku sangat di hantui oleh rasa takut. Bahkan sampai off media sosial untuk menghindari membaca berita-berita buruk tentang ibu hamil dengan covid yang bertebaran… Walau berkali kali di tenangkan oleh suami dan keluarga, tetap saja kan yaa… Si Covidiod ini barang halus, ga bisa di tebak dan di prediksi kedatangan maupun kegawat daruratannya.

Apalagi, kemarin saat puncak kasus covid di Indonesia. Hampir semua rumah sakit kolaps dan penuh dengan pasien covid. Banyak orang orang yang mengeluh harus mengantri di UGD rumah sakit bahkan di tolak untuk melakukan perawatan, walau bukan karena covid.

Belum lagi terjadi kelangkaan oksigen di mana mana. Barang adapun harganya melonjak tajam. Gak tahu deh itu tabung oksigen memang habis karena di gunakan oleh pasien covid atau di timbun oleh orang orang tak bertanggung jawab.

Ditambah beredar banyak hoaks dimana mana tentang covid, sehingga makin banyak orang yang termakan hoaks dan gak percaya sama covid. Makin kacau lah pikiran ini… Akhirnya aku memutuskan untuk mengungsi sementara di rumah orang tua sambil mengamankan diri.

vaksin covid saat hamil
Rekomendasi POGI untuk vaksin covid pada Ibu Hamil

Bulan Juni, POGI mengeluarkan rekomendasi untuk melakukan vaksin pada Ibu Hamil dengan beberapa kriteria dan persyaratan. Bahagia banget sih mendengar rekomendasi ini, namun tetap saja walau POGI sudah mengeluarkan rekomendasi, namun kemenkes masih belum setuju untuk melaksanakan vaksin pada Ibu Hamil. Sehingga, minta vaksin kemanapun dengan kondisi hamil tetap tidak di ijinkan oleh vaksinatornya.

vaksin covid saat hamil
rekomendasi kemenkes terhadap vaksin covid saat hamil

Syukurnya, tanggal 2 Agustus 2021 Kemenkes resmi mengeluarkan edaran rekomendasi dan regulasi terkait vaksin covid saat Hamil.  Terdapat kartu kendali ibu hamil yang di sebarkan ke seluruh tim vaksinasi di Indonesia sehingga jika ada Ibu hamil yang ingin melakukan vaksin covid dan dalam keadaan sehat tidak perlu meminta rujukan terlebih dahulu ke dokter spesialis kandungan.

vaksin covid saat hamil
Kartu Kendali Vaksin Covid untuk Ibu Hamil

Segeralah aku mencari informasi terdekat untuk melanjutkan vaksin covid saat hamil yang kedua kali. Ini juga bikin emosi yaa… Posisi ku di Lawang, Malang. Dan ternyata sangat sulit untuk mendapatkan akses vaksin. Ada vaksin di puskesmas maupun di RS namun banyak persyaratannya seperti usia 40thn keatas, wajib KTP malang, dan kuota pun terbatas. Bahkan ada yang melakukan serbuan vaksin covid, itu antriannya benar benar bejibun dari subuh sampai sore seperti antrian sembako… Apalagi untuk vaksin harus sama antara yang pertama dengan yang kedua. Sudah dapat tempat vaksin, ternyata yang di suntikkan adalah Aztra zeneca. Sedangkan vaksin pertama ku menggunakan sinovac. Makin susah lah untuk mencari tempat vaksin kedua..

Hmhmh.. Kenapa kok vaksin ga langsung di bagi rata di setiap faskes BPJS seperti praktek dokter umum dan puskesmas? Kan rasanya lebih gampang ya.. Daripada harus melaksanakan vaksin bersamaan sehingga menimbulkan lautan manusia yang akhirnya bisa menjadi cluster baru? Apalagi saat vaksin tidak di laksanakan test antigen/PCR sebelumnya..

Katanya semua harus punya sertifikat vaksin covid. Tapi akses vaksin pun belum merata di seluruh daerah.. Mau cari vaksin susah sekali. Lalu masyarakat harus bagaimana ? (ngeluh sambil terus ngetik.. )

Pengalaman Vaksin Covid 19 saat Hamil Trimester 3

Syukurnya, aku mendapatkan informasi vaksin di RST dekat rumah yang kebetulan sedang ada sisa dosis vaksin sinovac. Langsung lah tanpa pikir panjang aku meluncur kesana untuk melakukan vaksin.

Awalnya di tolak oleh Bapak Tentara Penjaga karena aku tidak melakukan vaksin pertama di sana. Ku jelaskan lah bahwa vaksin pertama ku sudah bulan Januari dan saat ini aku baru melakukan vaksin kedua karena baru turun rekomendasi kemenkes untuk vaksin ibu hamil. Bapak Tentara Penjaga tetap ngotot dan ga mau menerima ku untuk melakukan vaksin. Untung aku punya kenalan di RST yang bisa menjelaskan posisi ku pada Bapak Tentara Penjaga sehingga bisa di ijinkan untuk melanjutkan vaksin covid saat hamil yang kedua kali.

Setelah melakukan vaksin kedua, saat bagian administrasi ingin memasukkan data ke aplikasi vaksinasi, ternyata dataku tidak dapat di masukkan dan di tolak dengan status “Vaksin Tidak Dapat Di Berikan” . Aku diminta menghubungi tempat vaksin pertama yang dulu memasukkan data vaksinasi. Untung tempat vaksin pertama ku di Faskes tempatku bekerja dulu, jadi bisa langsung menghubungi dokter yang bertugas dan di lakukan pengecekan segera. Setelah di proses akhirnya keesokan harinya data ku dapat masuk ke sistem.

Well, gak kebayang kalau orang umum yang mengalami hal seperti aku pasti sudah malas melanjutkan vaksin covid saat hamil karena di buat sulit oleh sistem.

vaksin covid saat hamil
sertifikat vaksin pertama dan kedua di aplikasi pedulilindungi

Oke lanjut ke cerita, sore harinya aku cek di aplikasi pedulilindungi sertifikat vaksin masih belum keluar. Selang 2 hari kemudian, aku cek kembali barulah sertifikat vaksin kedua akhirnya terbit. Tanpa ada sms pemberitahuan sebelumnya. Mungkin bisa di coba untuk teman teman yang tidak kunjung mendapatkan sms link sertifikat vaksin, bisa langsung mengakses sertifikat melalui aplikasi pedulilindungi.

Gampang banget kok, tinggal masukkan NIK dan Nomor telepon yang di daftarkan saat vaksin. Nanti langsung keluar deh akun kalian di aplikasi tersebut.

Anyway, setelah melakukan vaksin kedua saat hamil dengan Sinovac, aku tidak mengalami gejala kipi. Hanya terasa mengantuk seharian dan langsung tidur panjang. Hehhe, entah bawaan bayi atau memang karena capek, entahlah. Yang jelas sampai cerita ini di tulis, si dedek tetap aktif bergerak tanpa ada kendala apapun.

Untuk efektif atau tidaknya vaksin covid saat hamil ini, seharusnya aku melakukan cek antibodi covid 19. Namun karena malas mengeluarkan uang lagi, dan toh kalau antibodinya turun pun aku tetap tidak bisa booster vaksin kembali karena jatah masyarakat Indonesia hanya 2x perorang saat ini (kecuali punya akses dan bisa nyelip nyelip vaksin…) , mau vaksin ke 3 untuk jatah nakes juga tunggu 3 bulan lagi karena baru saja melakukan vaksin sinovac. Jadi ya sudah lah, tinggal berserah diri saja.

Semoga benar yang dikatakan peneliti, setelah vaksin covid saat hamil walaupun terkena covid 19 saat hamil setidaknya bisa mencegah terjadinya gejala covid berat. Syukur syukur antibodinya bisa di transfer ke janin sehingga punya perlindungan juga terhadap covid. Amiiinnn….

Yang penting, sertifikat vaksin sudah lengkap untuk syarat administrasi dan perjalanan serta sebagai manusia sudah berusaha untuk melakukan perlindungan diri 😊 .

Semoga cerita ini bisa membantu bunda yang sedang hamil namun lagi galau mau vaksin atau tidak yaaa… 😊

Pengalaman Program Hamil Anak Laki Laki ! Part 2: Kesuburan Istri, Posisi Bercinta, Kalender Fengshui

program hamil laki laki

Post ini Part 2 ya, lanjutan dari Pengalaman Program Hamil Anak Laki Laki ! Part 1 : Siklus Menstruasi dan Kesuburan Suami.

Untuk part 1 bisa kalian baca disini 🙂 

Oh ya kalau ingin tau lebih jelas tentang awal program hamil anak kedua yang aku lakukan, bisa langsung chekidot video ini 🙂

Setelah siklus menstruasi teratur dan suami subur, maka proses bercocok tanam sudah bisa di mulai 🙂

Pengalaman Program Hamil Anak Laki Laki ! Part 1 : Siklus Menstruasi dan Kesuburan Suami

Well, karena anak pertama adalah perempuan makan aku dan suami merencanakan program hamil anak laki laki untuk kehamilan kedua.

Sebenarnya mau anak perempuan ataupun laki laki semua sama saja di mata Tuhan ya..

Tapi entah kenapa , karena budaya, adat dan istiadat yang ada (buatan manusia itu sendiri) beberapa hal menyebabkan orang tua ingin memiliki anak perempuan ataupun anak laki-laki. Yaps. Termasuk budaya keluarga ku dan suami di Bali. Adat dan kebiasaan orang Bali, yang meneruskan harta, warisan, dan budaya keluarga adalah anak laki-laki. Istri biasanya akan mengikuti keluarga laki-laki. Ketika keluarga tersebut tidak memiliki keturunan anak laki laki, akan lebih susah untuk menarik pasangan pria anaknya menjadi penerus keluarganya kecuali di ijin kan oleh keluarga pria tersebut.

USG 4D Semarang Murah , Tau Jenis Kelamin Bayi Lebih Pasti !

Saat pertama kali hamil, aku sama sekali tidak pernah kepikiran untuk melakukan USG 4D. Yang penting anak sehat dari USG 2D sudah sangat membahagiakan. Tapi berbeda dengan kehamilan kedua ini. Rasanya ingin cepat-cepat mengetahui dengan lebih jelas tentang jenis kelamin janin. Dari awal memang aku dan suami melakukan program hamil untuk mendapatkan anak laki-laki. Memang, mau dikasih anak apapun adalah rejeki. Tapi sebagai orang tua tidak ada salahnya berusaha melengkapi jenis kelamin buah hati nya kan 🙂  . Program hamil mendapatkan anak laki-laki atau perempuan sudah pernah aku share di youtube ya.  Untuk Pengalaman Program hamil anak laki laki Part 1 dan part 2 juga sudah aku share, bisa kalian klik kalau ada yang kepo  🙂 . Nah sekarang aku ingin share pengalaman USG 4D Semarang murah ya..